Minggu, 10 Maret 2019

Tarian Tradisional Kalimantan Selatan

BY Pampan IN

Tarian budaya yang ada di Banjarmasin (ibukota Kalsel) ini wajib kami jaga bersama. Jangan hingga hilang ditelan zaman. Sebuahbangsa punah apabila tak lagi mau peduli dengan budaya aslinya, tetapi lebis suka dengan budaya asing. Harga mati bagi semua warga Indonesia – bukan cuma warga Kalsel – untuk menjaga, memelihara, melestarikan serta mensosialisasikannya ke ranah publik.


Tarian Tradisional Kalimantan Selatan


Nah, untuk mengetahui tarian budaya tradisioanl dari daerah Kalimantan Selatan, hari ini kami telah mengumpulkan puluhan info tentang tari – tari apa saja yang dianggap sebagai ciri khas daerah tersebut. Serta penting untuk diketahui, sebelumnya kami juga telah menulis tarian daerah Kalimantan Barat  serta tarian daerah Kalimantan Timur berbagai waktu yang lalu.

Baiklah, tanpa perpanajang kata pengangkut lagi, langsung saja kami simak tarian daerah Kalimantan Selatan berikut ini.

1. Tarian Baksa Kambang Pada jaman dahulu Tarian Baksa Kambang berkembang di lingkungan kraton Banjar. Manfaat tarian ini adalah untuk menyambut tamu dari negara lain alias keraton lain, untuk jaman kini masih manfaatnya. Tidak hanya itu Tarian Baksa Kambang juga dipentaskan dalam agenda keluarga seperi Khitanan, Nikahan, pentas seni dll. Untuk meperbuat tarian ini para penari mengangkat Kembang Bogam yaitu rangkaian dari beberapa tipe bunga diantaranya bunga mawar,bunga kantil,bunga melati,dan bunga kenanga. Manfaat bunga kelak tersebut kelak bakal diberbagi terhadap tamu yang hadir. Untuk jumlah penari biasanya ganjil serta tarian ini menceritakan seorang putri yang bermain di taman bunga serta sedang menari. Tarian ini dalam pentasnya diiringi oleh gamelan yang beriarama lagunya yang telah baku,yaitu semacam Lagu Ayakan serta Jangklong alias tak jarang disebut Kambang Murni.

2. Tarian Radap RahayuTarian Rahayu adalah tarian yang sakral, pada jaman dahulu tarian ini adalah tarian untuk upacara ritual tolak balak bagi masyarakat Banjarmasin. Tari Radap Rahayu diperbuat pada upacara semacam kehamilan, perkawinan, serta kematian. Tarian ini terinspirasi dari kejadian kapal Perabu Yaksa  berisi patih Lambung Mangkurat yang pulang berkunjung dari kerajaan majapahit. Ketika hingga di Muara Mantuil serta bakal memasuki Sungai barito, kapal ini kandas di tengah perjalanan. Perahu oleng serta nyaris terbalik. Pada intinya tarian ini adalah fotoan rasa bersyukur sebab kapal tersebut tak tenggelam.

3.Tarian Kuda Gepang Tarian Kuda Gepang adalah tarian yang unik sebab kudanya bukan dinaikin namun di jepik di ketiak. Menurut cerita dahulu Tarian ini berasal dari Lambung Mangkurat yang datang ke Majapahit untuk berjumpa dengan Gajah Mada ketika mau pulang di beri hadiah kuda, ketika dinaiki kudanya lumpuh, dengan kesaktiannya kudanya di kecilin serta di bawa pakai tangan untuk dinaikkan ke kapal. Tarian Kuda Gepang ini sangat populer di masyarakat Banjar biasanya dipentaskan pada upacara perkawinan, khitanan alias pentas seni. Tari ini biasanya dibekali juga dengan diusungnya/bausung kedua pengantin saat menuju pelaminan.

4. Tarian Bagandut Tarian Bagadut adalah tarian yang mirip dengan tarian tayub, ronggeng. Tarian ini adalah tergolong tarian erotis, pada waktu dulu tarian ini berkembang hanya dilingkungan kerajaan. Kini tarian ini dapat kami lihat di agenda Pernikahan, khitanan, agenda seni dll. Tarian ini cepat merakyat sebab penari dapat meminta penonton untuk ikut menari alias tamu yang di khususkan.
Gandut adalah profesi yang unik dalam masyarakat serta tak sembarangan wanita sanggup menjadi Gandut. Tidak hanya syarat harus cantik serta pandai menari, seorang Gandut juga harus menguasai seni bela diri serta mantera-mantera tertentu. Ilmu tambahan ini sangat penting untuk melindungi dia sendiri dari tangan-tangan usil penonton yang ketidak sedikitan ingin memikatnya menggunakan ilmu hitam. Dahulu tak sedikit Gandut yang diperistri oleh para adiwangsa serta pejabat pemerintahan, disamping paras cantik mereka juga diyakini mempunyai ilmu pemikat hati penonton yang dikehendakinya. Nyai Ratu Komalasari, permaisuri Sultan Adam adalah bekas seorang penari Gandut yang populer.

5. Tarian Maayam TikarAdalah tipe tari khas dari Kabupaten Tapin yang mengfotokan remaja putri dari daerah Margasari, Kabupaten Tapin yang sedang menganyam tikar serta aenjoy. Tari berdurasi kurang lebih 6 menit ini biasanya dibawakan oleh 10 orang penari putri. Tari ini diciptakan oleh Muhammad Yusuf, Ketua Sanggar Tari Buana Buluh Merindu, dari kota Rantau, ibukota Kabupaten Tapin.
Keindahan tarian ini tak sedikit membikin orang suka jadi tarian ini semakin berkembang di masyarakat Banjar