Selasa, 20 November 2018

Mandau, Senjata Tradisional Orang Dayak di Kalimantan

BY Pampan IN

Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Sebetulnya pulau ini tak hanya adalah “daerah asal” orang Dayak semata sebab di sana ada orang Banjar (Kalimantan Selatan) dan orang Melayu. Dan, di kalangan orang Dayak sendiri satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Dengan perkataan lain, kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan oleh Dayak-Iban berbeda persis dengan kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan Dayak-Punan dan seterusnya. Tetapi demikian, satu dengan lainnya mengetahui alias mempunyai senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Dalam kenasiban sehari-hari senjata ini tak lepas dari pemiliknya.


Mandau, Senjata Tradisional Orang Dayak di Kalimantan

Artinya, kemanapun ia berangkat mandau rutin dibawanya sebab mandau juga bermanfaat sebagai simbol seseorang (kehormatan dan jatidiri). Sebagai catatan, dahulu mandau dianggap mempunyai unsur magis dan hanya dipakai dalam agenda ritual tertentu semacam: perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara.

Mandau dipercayai mempunyai tingkat-tingkat kampuhan alias kesaktian. Kekuatan saktinya itu tak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melewati ritual-ritual tertentu, tetapi juga dalam tradisi pengayauan (pemenggalan kepala lawan). Ketika itu (sebelum abad ke-20) terus tak sedikit orang yang sukses di-kayau, maka mandau yang dipakainya terus sakti. Biasanya sebagian rambutnya sebagian dipakai untuk menghias gagangnya. Mereka percaya bahwa orang yang mati sebab di-kayau, maka rohnya bakal mendiami mandau jadi mandau tersebut menjadi sakti. Tetapi, sekarang manfaat mandau telah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi dan senjata untuk berburu, terbuktikas semak belukar dan bertani.

Struktur Mandau
1. Bilah Mandau
Bilah mandau terbuat dari lempengan logam yang ditempa sampai berbentuk pipih-panjang semacam parang dan berujung runcing (menyerupai paruh yang bagian atasnya berlekuk datar). Salah satu segi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan segi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. Ada beberapa tipe bahan yang bisa dipakai untuk membikin mandau, yaitu: logam montallat, logam matikei, dan logam baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. Konon, mandau yang terbaik mutunya adalah yang dibangun dari batu gunung yang dilebur khusus jadi besinya sangat kuat dan tajam dan hiasannya diberi sentuhan emas, perak, alias tembaga. Mandau tipe ini hanya dibangun oleh orang-orang tertentu.

Pembuatan bilah mandau diawali dengan membikin bara api di dalam suatu  tungku untuk memuaikan besi. Kayu yang dipakai untuk membikin bara api adalah kayu ulin. Tipe kayu ini dipilih sebab bisa menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tipe kayu lainnya. Seusai kayu menjadi bara, maka logam yang bakal dijadikan bilah mandau ditaruh diatasnya supaya memuai. Kemudian, ditempa dengan memakai palu. Penempaan diperbuat dengan cara berulang-ulang sampai memperoleh bentuk bilah mandau yang diharapkan. Seusai bilah terbentuk, bagian selanjutnya adalah membikin hiasan berupa lekukan dan gerigi pada mata mandau dan celah-celah pada bilah mandau. Konon, pada zaman dahulu tak sedikitnya celah pada suatu  mandau mewakili tak sedikitnya korban yang sempat kena tebas mandau tersebut. Tutorial membikin hiasan sama dengan tutorial membikin bilah mandau, yaitu memuaikan dan menempanya dengan palu berulang-ulang sampai memperoleh bentuk yang diharapkan. Seusai itu, barulah bilah mandau dihaluskan dengan memakai gerinda.

2. Gagang (Hulu Mandau)
Gagang (hulu mandau) terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan beberapa motif semacam: kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang alias rambut manusia. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini bisa membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, dan status sosial pemiliknya.

3. Sarung Mandau.
Sarung mandau (kumpang) biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. Bagian tengah dan bawah dililit dengan aenjoy rotan sebagai penguat apitan. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. Tidak hanya itu, mandau juga dibekali dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada segi sarung dan tali pinggang dari aenjoy rotan.

Kualitas Budaya
Pembuatan mandau, apabila dicermati dengan cara akurat, di dalamnya mengandung kualitas-kualitas yang pada gilirannya bisa dijadikan sebagai acuan dalam kenasiban sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Kualitas-kualitas itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Kualitas keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibangun sedemikian rupa, jadi memancarkan keindahan. Sedangkan, kualitas ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa kualitas-kualitas tersebut tak mungkin bakal terwujud suatu  mandau yang indah dan sarat makna.